Kesehatan merupakan hal yang sangat diinginkan oleh semua makhluk hidup dimuka bumi ini. Karena kondisi tubuh yang sakit,akan membuat seseorang menjadi tidak produktif dan bisa mendapatkan resiko kematian. Sehat mengacu pada undang-undang nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan, sehat didefinisikan sebagai suatu keadaan sehat baik secara fisik,mental spiritual maupun social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis. Pola hidup sehat merupakan hal yang wajib kita lakukan,harus dipastikan makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh harus sehat dan bergizi. Dengan memilih dan mengatur pola hidup sehat, tentunya tubuh kita akan merasakan banyak manfaat. Kita hanya perlu memperhatikan kebiasaan kecil sehari-hari dan mengubahnya supaya lebih bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Menerapkan pola hidup sehat tentu akan membantu terhindar dari resiko penyakit,baik di masa sekarang hingga masa depan. Sebab, pola hidup sehat bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh yang membantu melawan radikal bebas yang menyerang tubuh.
Pola hidup sehat juga menjadi hal yang paling penting. Apalagi dengan kemajuan teknologi pangan,produksi makanan olahan pun semakin meningkat. Tidak hanya itu, karena kemudahan teknologi,gaya hidup tidak sehat membuat tubuh rentan terserang berbagai jenis gangguan kesehatan,seperti diabetes,obesitas,penyakit jantung,dan kanker. Agar tidak terserang penyakit kita harus menerapkan makan makanan sehat agar meningkatkan imunitas,jangan terlaku banyak mengonsumsi makanan cepat saji atau instan. Obesitas adalah kondisi saat lemak menumpuk di dalam tubuh yang banyak akibat kalori yang masuk lebih banyak dibanding yang dibakar (kemkes.go.id, Minggu 11/6)
Pada kisah Fajri pria obesitas di Tanggerang, berawal kecelakaan motor hingga punya bobot 300kg. Awalnya Fajri bekerja sebagai biro jasa, suatu waktu Fajri jatuh saat mengendarai motor. Setelah itu Fajri mulai sakit-sakitan hingga bobot berat badannya naik drastis. “Kira-kira jatuhnya setahun lalu,pada luka-luka. Habis itu udah nggak bisa aktivitas,katanya ada penyakit dalem” jelas Riwati, Jumat (9/6/2023). Riwati mengatakan bahwa dirinya tak bisa membawa sang anak untuk berobat lantaran terbentur biaya. Untuk kebutuhan sehari-hari saja, Riwati mengaku dibantu oleh masyarakat sekitar,Kini Riwati bersyukur akhirnya sang anak dapat bantuan pengobatan. “alhamdulilah,meskipun pintu rumah sampai di bobok buat angkat dia keluar dari rumah sekarang bisa berobat” ungkapnya. Adapun penyebab Fajri yang kini berusia 27 tahun telah mengalami obesitas sejak usia 11 tahun. Diketahui obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan antara asupan energy yang di dapat dengan energy yang digunakan. Sehingga menyebabkan sulit untuk melakukan aktivitas.

